Kamis, 17 Maret 2011

KRITIK SYEH SITI JENAR; Tugas Umat (para wali) yang Tidak Tuntas




     Menurut Syeh Jenar, orang Islam kebanyakan yang masih awam ibarat sebagai kulit kelapa. Ilmunya masih sebatas berada di kulitnya saja. Padahal untuk mencapai air kelapa, seseorang harus melewati kulit, lalu dagingnya dan barulah bisa mereguk air kelapanya (makrifat). Perumpamaan Siti Jenar ini kira-kira dapar dipersonifikasi lebih jelas sebagai berikut;
  1. Syariat diumpamakan kulit kelapa,
  2. Tarekat diumpamakan tempurungnya,
  3. Hakekat diumpamakan sebagai hakekatnya,
  4. Makrifat diumpamakan sebagai air kelapanya.
Maka sangat jauh dari tujuan pencapaian spiritual apabila seseorang mandeg pada tingkatan syariat saja. Sebagaimana ajaran yang lebih utuh seperti dituturkan oleh KGPAA Mangkunegoro IV dalam ajaran Kejawen tentang tata cara mencapai spiritual yang dituangkan dalam pengetahuan spiritual Catur Sembah yakni; sembah raga (syariat), sembah cipta/kalbu (tarekat), sembah jiwa (hakekat), sembah rasa (makrifat). Beliau menuturkan apabila seseorang akan meraih pencapaian spiritual, hendaknya menempuh empat macam “laku” sembahyang atau catur sembah.
     Siti Jenar tidak setengah-setengah dalam mengajarkan ajaran Islam. Justru Siti Jenar menilai bahwa para wali mengajarkan Islam baru pada tahap “serabut kelapa” saja, atau kulit, syariatnya. Menurut Siti Jenar, hal itu akan membahayakan bagi umat Islam sendiri maupun umat yang lainnya dalam kancah perhelatan dunia di kelak kemudian hari. Perkataan Siti Jenar ini mungkin ada benarnya jika melihat kecenderungan umat Islam pada zaman sekarang ini.

sabdalangit

Minggu, 23 Januari 2011

Ponsel Android 2.3 ala Google, Nexus S

ImageSesuai kabar yang beredar akhir Oktober silam, Google menggandeng Samsung untuk smartphone terbarunya. Namun, tebakannya meleset. Nama smartphone tersebut bukan Google Nexus Two, melainkan Google Nexus S.
Sebelumnya, telah diketahui jika suksesor Google Nexus One ini akan ditenagai Android versi 2.3 (Gingerbread) sebagai sistem operasinya. Dan, seperti yang diduga, Google Nexus S muncul sebagai buah kerja sama antara Samsung dan Google, di mana Samsung hanya fokus pada piranti keras dan Google mengambil alih segala piranti lunak.
Samsung Electronics bersama Google baru saja mengumumkan kehadiran Nexus S, perangkat pertama di dunia untuk fitur terbaru versi Google dengan program Android.
“Samsung dan Google telah bekerja sama dengan baik untuk melahirkan sebuah pengalaman ponsel pintar Android yang terbaru,” kata JK Shin, Presiden dan Kepala Mobile Communications Business di Samsung Electronics, dalam keterangan resminya, Senin 13 Desember 2010.
“Hal ini telah menjadi ambisi kami dalam bekerja dengan Google untuk terus mendorong program Android lebih maju. Nexus S mengintegrasikan perangkat keras terbaik Samsung di kelasnya dan teknologi terbaru dari Google dengan upgrade Android 2.3 Gingerbread,” tandasnya.
Nexus S hadir dengan Super AMOLED, di mana teknologi layar sentuh capacitive 16 juta warna mampu memberikan pengalaman menonton yang premium. Layar sebesar 4 inci sengaja didesain melengkung supaya lebih ergonomis dan bisa dirasakan saat dipegang oleh pengguna.
Hal menarik lainnya, Nexus S juga dilengkapi oleh fitur Near Field Communication (NFC), yakni teknologi yang memungkinkan Anda untuk membaca informasi dari benda sehari-hari seperti stiker dan poster yang tertanam dengan chip NFC.
Menilik jeroannya, Nexus S ditenagai prosesor aplikasi Samsung 1 GHz. Ia juga dilengkapi dengan kamera 5 megapiksel di sisi belakang lengkap dengan camcorder, serta kamera VGA yang menghadap ke depan untuk fitur video call.
Sensor giroskop pada Nexus S cukup berguna saat pengguna bermain games ke kiri dan ke kanan, atas dan bawah. Kinerjanya menyerupai sensor accelerometer. Android 2.3 (Gingerbread) menjadi primadonanya, karena versi ini adalah versi tercepat Android sampai saat ini.
Nexus S juga mencakup sejumlah fitur Android, seperti portable hotspot Wi-Fi, multitasking, akses ke layanan Google mobile seperti Google Search™, Gmail™, Google Maps™ dengan navigasi, Voice Actions, Google Voice™ dan YouTube™, dan akses untuk lebih dari 100.000 aplikasi dan widget di Android Market™. (Vivanews.com)